Ingatan-Ingatan Saridan
Saridan ingat betul saat memutuskan diri mendalami agama. Sudah barang tentu ingatan Saridan tak akan keliru bahwa keputusan tersebut diambil […]
Saridan ingat betul saat memutuskan diri mendalami agama. Sudah barang tentu ingatan Saridan tak akan keliru bahwa keputusan tersebut diambil […]
Mama masih saja menangis di samping tokoh kita sementara lelaki yang dia sebut bapak telah lama memunggungi mereka berdua beserta […]
Tom kembali datang. Aku cukup senang karena ternyata ia mematuhi instruksiku kemarin, “Ini baru jam enam. Masih terlalu pagi. Ikan […]
Lelaki dusun itu sudah tua. Ketika datang padanya sebuah berita, matanya yang layu tiba-tiba bercahaya penuh daya. Ia pun bersiap. […]
Aku sudah terbiasa berhadap-hadapan dengan gerak keganjilan yang terjadi di bilik ini. Saat malam ditekuk hening, ketika hanya tersisa suara […]
Kami sudah menikah tiga tahun. Tidak berencana memiliki anak. Aku tidak percaya kita sanggup menjadi orangtua, kata Minami waktu kami […]
Sulit bagi saya memahami takdir yang sedang berlaku. Kami bertemu delapan tahun yang lalu, saling jatuh cinta, menikah tiga tahun […]
Orang kerap memanggil saya “Mbak Itu Lagi”, meski nama saya Nadira. Mungkin karena saya sering terlihat berbicara sendiri di tempat […]