
Puisi Hari Libur
Ketika aku mencintaimu
Bunga tumbuh
Dari susunan kalimatku
Cuaca berjatuhan
Di pepohonan senja.
Ketika aku mencintaimu
Yang semula dilanda nestapa
Tiba-tiba tertawa
Dan bernyanyi gembira.
Dan ketika aku mencintaimu
Engkau tak ada
Dalam perumpamaan
Dan bahasa
Kehilangan kiasannya.
(2024)
Ode Juni
Maukah kau bacakan sajak
Tentang kita? Tentang kesepian
Rasa gundah
Yang jadi kata.
Tentang ranum dua matamu
Menerka dan bertanya
Adakah hidup
Hanya akan
Menemu jalan
Yang itu-itu juga?
Dan kita bisa bahagia
Karena kebetulan
Dan hal-hal tak terduga
yang tak selamanya
Sesuai harap
Dan kehendak kita
(2024)
Puisi Pantun
Rinduku padamu
Tersusun dari roti keju
Cuaca berkabut
Segelas susu
Rimbun pagiku.
Rinduku padamu
Adalah debur laut
Menabrak syahdu matamu
Bergejolak beruntun
Ke hatiku.
(2024)
Ubrug
Kita adalah rakyat
Menanam pisang
Menandur padi
Masa silam dan masa depan
Hanya hitungan almanak
Dan usia
Memang membutuhkan hiburan
Sebelum mati
Sebagai orang-orang miskin
Yang terdesak politik
Dan kerakusan korporasi.
Tokh kita masih bisa tertawa
Dan bahagia
Dalam kepahitan hidup
Sepahit segelas plastik
Kopi hitam murahan
Yang kau nikmati
Sebelum memukul perkusi
Sebelum sinden bernyanyi
Dengan suara genit.
(2024)
- Puisi Sulaiman Djaya - 25 November 2025
- Kanak-kanak Matahari - 12 October 2018
- Godaan Eksistensial Penyair: Membaca Puisi-Puisi Moh. Wan Anwar - 6 September 2018

Arrz
Puisi ini sederhana
Layaknya senyumnya yang kini ditujukan kepada orang lain
P-star7
Puisi ini mungkin sederhana, tapi puisi hari libur ini sangat relate dengan. Ya bagaimana tidak ketika kita sudah jenuh dengan pekerjaan kita, rasanya hari libur adalah hari yang dirindukan dan di nanti nantikan
Ilyas Husen
Siapapun yang membacanya akan terasa mudah : sederhana dan bisa menyelam bersama puisinya.✨
Karsa Budaya
Hatur nuhun… sehat selalu untuk semua