Mengambil kesucian dari para nabi adalah sebagaimana mengimani baiat yang diambil oleh para khalifah. Mungkin imannya para khalifah diambil dari sini. Pandanglah takzim yang agung bagi Nabi Muhammad Saw dari Tuhannya. Apabila engkau telah mengetahui hal tersebut, maka beliau adalah nabi para nabi.
Kalau engkau telah mengerti hal tersebut, maka Nabi Muhammad Saw adalah nabinya para nabi. Karena itu, begitu nyata kelak di akhirat bahwa seluruh nabi berada di bawah benderanya. Demikian pula mereka di dunia sebagaimana tampak nyata pada malam isra’. Hal itu tak mungkin kalau bukan yang termulia di antara mereka.
Sungguh telah disepakati bahwa zaman Nabi Adam, pada zaman Nabi Nuh, pada zaman Nabi Ibrahim, pada zaman Nabi Musa dan pada zaman Nabi ‘Isa, wajib kepada mereka dan umat-umat mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad Saw dan kepada pertolongan beliau Saw.
Karena itu, Allah Ta’ala mengambil perjanjian kepada mereka. Nubuwah dan risalah Nabi Muhammad Saw tertuju kepada mereka semua. Mereka semua diwajibkan mengikuti Nabi Muhammad Saw ketika mereka berjumpa dengan beliau. Berjumpa beliau adalah keharusan bagi mereka untuk mengikutinya.
Mengikutinya mereka kepada beliau tergantung kepada perjumpaan mereka semua dengan beliau. Bukan tidak bersifatnya mereka dengan sifat beliau, sama sekali tidak demikian. Sangat berbeda antara menunggu perbuatan dan menunggu orang-orang yang ahli di dalam berbuat.
Di sini, dalam konteks ini, tidak ada arah menunggu dari orang-orang yang berbuat sebagaimana tidak ada orang yang menunggu dari arah Nabi Muhammad Saw yang sangat mulia. Kalau saja beliau ditunggu oleh masa yang menyimpan kehadiran beliau, andaikan menemukan beliau, sungguh mereka wajib mengikuti beliau.
Kalau mereka mendapatkan Nabi Muhammad Saw kapan saja dan di mana saja, maka wajib bagi mereka untuk mengikuti beliau dengan pasti, tidak diragukan lagi. Karena itu, Nabi ‘Isa datang di akhir zaman dengan membawa syari’at Nabi Muhammad Saw dan beliau diikuti oleh umat Nasrani dan umat Islam.
Nabi ‘Isa datang dengan membawa syari’at Nabi Muhammad Saw dan menghukumi persoalan umat dengan syari’at beliau, yaitu dengan Qur’an dan sunnah beliau. Semua perintah dan larangan pasti berkaitan dengan beliau, pasti juga berkaitan dengan seluruh umat manusia.
Nabi ‘Isa adalah seorang nabi yang sangat mulia kondisi rohaninya. Tidak mungkin terkurangi sedikit pun. Demikian pula kalau sampai Nabi Muhammad Saw diutus di zamannya, atau diutus di zaman Nabi Musa, atau diutus di zaman Nabi Ibrahim, atau diutus di zamannya Nabi Nuh, atau diutus di zamannya Nabi Adam:
Semua umat mereka itu pasti mengakui risalah dan kenabian mereka. Sementara Nabi Muhammad Saw adalah nabi bagi seluruh mereka, juga rasul bagi semua mereka. Maka kenabian beliau dan risalahnya lebih umum bagi mereka, demikian pula risalahnya. Wallahu a’lamu bish-shawab.
- Mengambil Kesucian Dari Para Nabi Untuk Beliau Saw - 9 October 2026
- FAIDAH BAHWA RISALAH NABI MUHAMMAD SAW UMUM UNTUK SELURUH MAKHLUK DAN PARA NABI DAN UMAT MEREKA ADALAH UMATNYA #2 - 2 October 2026
- FAIDAH BAHWA RISALAH NABI MUHAMMAD SAW UMUM UNTUK SELURUH MAKHLUK DAN PARA NABI DAN UMAT MEREKA ADALAH UMATNYA - 25 September 2026
