Puisi Azain Ni’am

 

Selalu Ada Untuk Kita

Selalu ada pagi untuk kita

lekas membuka jendela dan pintu,

menghidu udara baru, kemudian

bergegas membangunkan hidup.

 

Selalu ada siang untuk kita

betah bersandar pada matahari,

sekadar bertahan dan berusaha

menegakkan kepala kembali.

 

Selalu ada sore untuk kita

pulang membuang beban ke jalan

berlubang, menimbunnya dengan

aroma rumah dan suara kekasih.

Selalu ada malam untuk kita

rebah dan menidurkan lelah yang

dikandung punggung, menjadikannya

bekal atas segala yang tak kekal.

 

Selalu ada cinta untuk kita

merasa bahagia, menumbuhkan

bunga tujuh rupa pada badan dan

membasuhnya dengan percik doa.

 

Cirebon, 2025

 

 

Riwayat Kelahiran

: 4 bulan Abda

 

I

Tak ada lagu yang terdengar setelah kau lahir,

hanya nada dasar bergema di kanan kiri telinga.

Ruang putih memerah, dengus perempuan, dan

bibir Jum’at yang merekahkan doa para arwah.

 

Tangan Oktober begitu sabar mengurapi sisa sakit

di kepalamu dan tubuh perempuan yang akan kau

panggil umma itu. Waktu seperti seekor ular, kau

melata di atas bumi menyesap mata air leluhurmu.

 

Maka menangislah kau serupa gemuruh guruh

yang menggetarkan dinding malam, melesatkan

kantuk ke pucuk pagi, dan melepaskan tali pusat

yang merawat dua ratus delapan puluh hari itu.

 

II

Satu minggu. Dua minggu. Tiga minggu. Empat

puluh hari menggelinding ke luar dunia dengan

tangis yang mengalirkan sungai susu dari puting

dan botol menuju kerontang kerongkonganmu.

 

Ceceran tisu basah dan kering, celana dan popok

dan sarung yang engas dan kuyup dan pesing, dan

perlak dengan sisa bercak kuning adalah kepingan

dirimu yang berulang kali aku susun dan bongkar.

 

Aku adalah lengan dan bahu untuk ketenanganmu,

mengasuh gelisahmu. Aku adalah kaki bagi kaku

langkahmu, adalah mata yang mengamati seribu

tingkahmu. Aku adalah doa untuk teduh tidurmu.

 

III

Cilukba! Terbukalah wajahku, wadah bagi tawamu,

bagi tawaku. Tapi betapa bodoh aku mengira kau

akan berseru “Eureka!” ketika liur bercampur susu

tumpah dari mulutmu yang masih belum sempurna.

 

Kelak kau akan merangkak, membiarkan lutut dan

telapakmu mengakrabi tanah; tempat bagi simpuh

dan tubuhmu. Tenang, aku ada di dekatmu, lalu akan

kau temukan cinta: bau tembakau pada tanganku.

 

Kini aku bayangkan nanti kau sebagai sebuah pohon

tumbuh rindang di tengah taman, di dahannya yang

kokoh butir hujan menetes, dan di sisinya sepasang

burung betah bertahan menanti matahari menetas.

 

Cirebon, 2025

 

 

Di Tempat Pangkas Rambut

 

Seperti menyaksikan tuhan

sibuk bekerja setiap hari

dengan teliti dan hati-hati.

 

Berdiri, bergerak ke kanan ke

kiri, memastikan tak ada yang

salah atau di luar kehendak.

 

Seakan aku dengar pesan

di antara dengung mesin,

ibu yang dulu berkata,

 

“Segala yang kusut dan

berantakan mesti dibenahi

dan dirapikan, seperti ibadah.”

 

Aku duduk, menyambut tangan

perkasa itu mengusap serta

menata kepalaku dengan lembut.

 

Sebagai hamba, aku hanya patuh

kepada tuhan hingga dosa-dosa

kecilku jatuh dan berhamburan.

 

Lalu di cermin aku melihat diriku

telah berubah, persis seseorang

yang siap dan mantap berhijrah.

 

Cirebon, 2025

 

 

Unpopular Opinion: Negara

Dengan sisa-sisa mimpi dari tidur panjangnya,

seseorang mencoba menghapus negara dari kamus.

Menjauhkannya dari jangkau tangan kecil kita,

dan menyamarkannya sebagai apapun yang memutus.

 

Seseorang lagi, dengan sisa-sisa mimpi yang lain lagi,

membayangkan negara sebagai rumah yang ia susun

dari kapas hanya dalam satu malam. Pada pagi hari, di

halaman kita melihat bekas unggun dengan ngungun.

Cirebon, 2025

 

Azain Ni’am
Latest posts by Azain Ni’am (see all)

Comments

  1. Diva Anisa Melia Putri Reply

    baguss

    • Ide Reply

      …ada seseorang yang
      siap dan mantap berhijah.

      Tak dapat-dapat di aku walau bercukur
      tiap hari. Terima kasih. Jika silent tempat berzikir begini nian. Botakku isi apa?

  2. Syamsul Arifin Reply

    Bagus banget

    • Ide Reply

      …ada seseorang yang
      siap dan mantap berhijah.

      Tak dapat-dapat di aku walau bercukur
      tiap hari. Terima kasih. Jika silent tempat berzikir begini nian. Botakku isi apa?

  3. anwar Reply

    bagus

  4. Reva Putri Selvia Reply

    bacanya seru. gak bikin boring atau bt.

  5. Sejarah Reply

    Bagus

Leave a Reply to Syamsul Arifin Cancel Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!