
Anhedonia
ia menggeser kursi ke tepi
kemudian merenung soal kelahiran
ia pernah mendengar. air matanya
berwarna ungu – begitu bertemu dunia
ia sekali lagi melihat pesta. berdenting
gelas-gelas di antara gelak tawa
ia ingin cemas. seperti pintu
terus berderak dipermainkan tamu
namun ia telah tumbuh – seperti rumah
bisu yang membatu di antara gulma
ia merasa langit tak berguna. bulan tak berguna
sejak tahun-tahun oksikontin menggeser usia
ia tahu dirinya berwarna ungu. seperti air mata
rasa hampa yang terus duduk di sampingnya
Moriendi
Aquinas menulis tentang kematian yang baik
tapi siapa yang sempat belajar. bagaimana mati
dengan lembut
lampu-lampu kota berputar. seperti planet
kehilangan orbit
di kepala orang-orang lelah
barangkali eksistensi
adalah kebiasaan yang sulit
dihentikan – seperti doa
tanpa ujung pangkal
segala sesuatu sejatinya debu
menari-nari dalam cahaya
Veteriner
: Roy Andersson
baginya dunia adalah ruang
bagi sekumpulan lelucon
pintu terbuka dengan tanda
dilarang masuk
: suara yang bisa menghampiri
tanpa mengetuk
gigi palsu melumat
makanan di restoran mahal
denting stainless steel
pada porselen
jalan lurus bagi orang-orang. pucat
menuju matahari yang menyusutkan
Silentii
di ruang kata. makna memercayai
dirinya sendiri
misalnya suara jam. belajar menyebut
tuhan tanpa kapital
dari dekat jendela. tubuh menyeimbangkan
materi dan perasaan hampa
hari-hari tidak menutup pintunya perlahan
tidak ada ambang yang perlu diseberangi
tidak ada yang masuk
tidak ada yang keluar
- Puisi Bayu Pratama - 30 December 2025
- Setengah Mil - 14 June 2024
