
Barnard
permukaan merah menonaktifkan
segala yang ingin tinggal, diredupkannya
nyala kehidupan agar sempurna
sistem bintang tunggal serupa
panas gelora iblis, dipinjampakai untuk menjebak
planet-planet di lingkar tata surya
menjelang akhir malam abadi, kau datang dari
tempat berjarak enam tahun cahaya dariku
melepaskan sejumlah besar energi
agar fusi termonuklirku mati bersama
debu yang mengembara pasif ke galaksi-galaksi baru
bergerak seperti tak mengenal waktu
lalu meninggalkan riwayatnya sendiri
pada rasi-rasi yang belum dikenali
Methuselah
seperti fosil kosmik yang menyimpan informasi
tentang siapa yang lebih tua: aku atau alam semesta
kau mencampuradukkan gas primordial dengan
sedikit pecahan supernova untuk kejutan
awal sebelum ledakan besar pertama. dan ketahuilah
ketika api abadi mulai dihidupkan pada tubuh agung
abuku akan berubah menjadi energi gelap yang memaksa
seluruh benda mendekat ke lubang hitam—mekanisme
yang tak kau perkirakan sejak pertemuan pertama denganku
sesaat setelah kau meragukan bintang raksasa lainnya
sebagai hunian yang menyenangkan. dan peliharalah
keraguanmu hingga seluas konstelasi libra—tak pernah tuntas
kita jelajahi. janganlah dikira cahaya-cahaya purba itu
berusia lebih muda dari jagat tempat mereka berlintasan
dan apabila aku dan mereka telah hening di tepi waktu
kau akan berhenti berburu dan akan sepenuhnya pucat biru
Sirius
kau menelan hidrogenmu sendiri untuk mengolok
bintang-bintang yang berlomba menjadi paling terang
kepuasanmu berkembang biak di sepanjang rasi anjing besar
serupa luminositas yang meningkat berkat dekat dengan
tata surya, memberikan segalanya padamu yang tabah
bercahaya biru dalam kegelapan gelanggang antariksa
betapa janggal orbitmu, bergantian dengan
si saudara kembar hanya untuk saling meredupkan diri
kemudian mati sebagai bintang ganda gerhana
dan kisah tentangmu terbang bersama debu-debu
ditarik oleh gravitasi, dibentuk sebagai katai putih
takdir yang entah datang dari mana
memaksamu bertemu aku, lubang hitam
pelaku pemulihan sekaligus kehancuran
mimpi buruk bagi setiap nebula di langit malam
melihat kosmis digerogoti energi gelap
tanda bersiap menyambut ledakan
kenyataan yang terlampau menyilaukan
Tabby
dan apabila gelap sudah sepenuhnya menerpa
janganlah melepaskan pandangan dari struktur buatan
sesungguhnya, benda itu seumpama komet api
bagi bintang yang kehilangan keseimbangan
menjelang keruntuhan alam semesta
pugarlah rahasia kehidupan itu erat-erat
kelak di kemudian hari, ia akan menjelma
penyelamat kuat berjiwa cahaya
yang kedatangannya akan menggemparkan
apa-apa yang saat ini masih tak tampak
kemudian hewan-hewan luar angkasa lahir,
berkembang biak lalu memimpikan
racun-racun mereka bisa mengubah
batu menjadi debu, debu menjadi bintang
dan inilah siklus baru kehancuran
alam semesta dengan jadwal-jadwal
penuh celaka seperti jalan melingkar
yang membuat sinarku
tak akan menerangi apa-apa
tak akan membuka jalan ke mana-mana
- Puisi Gilang Sakti Ramadhan - 28 October 2025
