
Fiksi
jika kau pergi ke hutan cerita
dan kemudian sulit menemukan jalan pulang
maka jangan pernah bimbang menyandang pergi
setidaknya kau akan menemukan ujung
dengan akalmu yang ditumbuhi cabang-cabang
yang penyangga dan pengasih
yang kakinya menjalar dan tangannya mengulur
setidaknya lagi
pintu yang menurutmu hilang
akan menanam pohon anjur-anjuran di benakmu
bahwa cerita-cerita di luar hutan cerita
terlalu banyak menyodorkan pintu masuk
sampai-sampai kau sebenarnya tak pernah masuk
tak pernah berada di dalam
bahwa kau sebenar-benarnya
hanya beredar di pangkal
di kaki kenyataan yang acapkala
tak terdefinisikan kaidah rekaan
jika kau pergi ke hutan cerita
dan benar-benar tak pernah merasa kembali
sesungguhnya kau sudah pulang berkali-kali
2025
Nonfiksi
kau harus bertanggung jawab atas pernyataan cintamu
bahkan dengan mengelap hampir seluruh gelembung cinta
yang berlorotan dari mulutmu
adakalanya kau bakal sulit percaya
bahwa cinta bukan medan perayaan
sama sekali jauh dari kesibukan memulung
kutipan-kutipan paling kepayang
apalagi sampai melampirkan foto-foto terbaikmu
yang setengah mati lari dari peluk cium aplikasi editan
tetapi semacam itulah pernyataan cinta
harus dibuktikan dengan hal-hal yang bahkan sudah lama
dilupakan orang-orang yang terlalu kemaruk pergi berlibur
tahu tidak, cinta yang tak mudah direvisi
seperti senyum paling kanak yang masih kau hadiahkan
kepada kekasihmu yang wajahnya bersimbah salah
usai telat hampir satu jam
sehingga kalian batal menonton film layar lebar
di sesi tayang penghabisan
kau mungkin akan berada dalam kesulitan
bahkan untuk sekadar membayangkan
bahwa suatu ketika dia akhirnya meninggalkanmu
sekalipun setelahnya kau masih melakukan
hal-hal baik kepadanya
tanpa dibesit keinginan cinta lama bersemi kembali
tidak sama sekali
demikianlah keilmiahan cinta
mempertaruhkan kealamiahannya
2025
Gaya Bahasa
berdandan bukan kata kerja kepunyaan pesta semata
sama sekali tak dapat aku bayangkan
bagaimana bisa kau mengenakan busana kondangan
dengan riasan habis-habisan
hanya untuk ke pasar belakang rumah yang becek dan bau
apa iya karenanya harga cabai yang kau tawar
menjadi semurah-murah harga
suatu kali peminta-minta mendatangiku ke meja kafe
sebelum aku sempat menyeruput kopi tubrukku
sorot matanya hampa sahaya
air mukanya genang belaka
di tangan kanannya terbentang tengadah keinginan
di tangan kirinya tergenggam cup kopi kekinian
apa kau pikir akan aku isi bujuk laju tengadahnya
2025
Kata
ketika dewasa mengenakanmu
maka sudah tiba waktunya kau pergi
melangkah menyahuti suara hati
tak soal jika kelak kau yang lebih dulu
menemukan seseorang
atau seseorang lain yang menemukanmu
sebagai seseorang pula
bertemanlah meski butuh waktu untuk saling mengenal
untuk memahami lebih-kurang masing-masing
kelak jangan ragu mengaku sepasang
jangan pernah khawatir jika kemudian kalian bertemu
dengan seseorang yang berbeda
atau berpapasan dengan dua orang lain
yang belum tentu saling mengenal
atau berkenalan dengan pasangan lain, tak mengapa
selagi kalian masih mampu menghadiahkan makna
bagi kehidupan
atau sebaliknya, kehidupan yang membentuk kalian
menjadi makna lain
makna baru, makna seru
teruslah bersama-sama
berkongsi ceria dan celaka
atau jika tak harus bersama
tak mengapa juga menjalani kepergian baru
karena hidup memang terdiri atas kepergian
demi kepergian
bahkan hakikat kepulangan pun
adalah kepergian dalam wujud yang lain
pergilah selagi kepergianmu untuk menemukan
kebersamaan baru
bahkan jika adakalanya suatu waktu
kau bakal sendiri, jangan sekali-kali cemas
kesendirianmu akan tetap berdiri sebagai makna
di mana pun kau berada
sekalipun kau disangka tiada
karena disangka cuma kata reka
meskipun terlahir sebagai kata kerja
2025
- Puisi Hasan Al Banna - 24 February 2026
- Ingatan-Ingatan Saridan - 29 August 2025
- Tato Burung Gereja di Lengan Marbot - 6 September 2024

Saiful Amri
Terima kasih atas adanya ruang ini.
Saya bisa baca karya Hasan Albana
Baca Bareng
pantes. unsur bahasanya kental sekali. Pengarang adalah orang balai bahasa. keren