Puisi Hasan Al Banna

 

Fiksi

 

jika kau pergi ke hutan cerita

dan kemudian sulit menemukan jalan pulang

maka jangan pernah bimbang menyandang pergi

 

setidaknya kau akan menemukan ujung

dengan akalmu yang ditumbuhi cabang-cabang

yang penyangga dan pengasih

yang kakinya menjalar dan tangannya mengulur 

 

setidaknya lagi

pintu yang menurutmu hilang

akan menanam pohon anjur-anjuran di benakmu

 

bahwa cerita-cerita di luar hutan cerita

terlalu banyak menyodorkan pintu masuk

sampai-sampai kau sebenarnya tak pernah masuk

tak pernah berada di dalam

 

bahwa kau sebenar-benarnya

hanya beredar di pangkal

di kaki kenyataan yang acapkala

tak terdefinisikan kaidah rekaan

 

jika kau pergi ke hutan cerita

dan benar-benar tak pernah merasa kembali

sesungguhnya kau sudah pulang berkali-kali

 

2025

 

 

 

Nonfiksi

 

kau harus bertanggung jawab atas pernyataan cintamu

bahkan dengan mengelap hampir seluruh gelembung cinta

yang berlorotan dari mulutmu

 

adakalanya kau bakal sulit percaya

bahwa cinta bukan medan perayaan

sama sekali jauh dari kesibukan memulung

kutipan-kutipan paling kepayang

apalagi sampai melampirkan foto-foto terbaikmu

yang setengah mati lari dari peluk cium aplikasi editan

 

tetapi semacam itulah pernyataan cinta

harus dibuktikan dengan hal-hal yang bahkan sudah lama

dilupakan orang-orang yang terlalu kemaruk pergi berlibur

 

tahu tidak, cinta yang tak mudah direvisi

seperti senyum paling kanak yang masih kau hadiahkan

kepada kekasihmu yang wajahnya bersimbah salah

usai telat hampir satu jam

sehingga kalian batal menonton film layar lebar

di sesi tayang penghabisan

 

kau mungkin akan berada dalam kesulitan

bahkan untuk sekadar membayangkan

bahwa suatu ketika dia akhirnya meninggalkanmu

sekalipun setelahnya kau masih melakukan

hal-hal baik kepadanya

tanpa dibesit keinginan cinta lama bersemi kembali

tidak sama sekali

 

demikianlah keilmiahan cinta

mempertaruhkan kealamiahannya

 

2025

 

 

 

 

Gaya Bahasa

 

berdandan bukan kata kerja kepunyaan pesta semata

sama sekali tak dapat aku bayangkan

bagaimana bisa kau mengenakan busana kondangan

dengan riasan habis-habisan

hanya untuk ke pasar belakang rumah yang becek dan bau

apa iya karenanya harga cabai yang kau tawar

menjadi semurah-murah harga

 

suatu kali peminta-minta mendatangiku ke meja kafe

sebelum aku sempat menyeruput kopi tubrukku

sorot matanya hampa sahaya

air mukanya genang belaka

di tangan kanannya terbentang tengadah keinginan

di tangan kirinya tergenggam cup kopi kekinian

apa kau pikir akan aku isi bujuk laju tengadahnya

 

2025

 

 

Kata

 

ketika dewasa mengenakanmu

maka sudah tiba waktunya kau pergi

melangkah menyahuti suara hati

tak soal jika kelak kau yang lebih dulu

menemukan seseorang

atau seseorang lain yang menemukanmu

sebagai seseorang pula

bertemanlah meski butuh waktu untuk saling mengenal

untuk memahami lebih-kurang masing-masing

kelak jangan ragu mengaku sepasang

jangan pernah khawatir jika kemudian kalian bertemu

dengan seseorang yang berbeda

atau berpapasan dengan dua orang lain

yang belum tentu saling mengenal

atau berkenalan dengan pasangan lain, tak mengapa

selagi kalian masih mampu menghadiahkan makna

bagi kehidupan

atau sebaliknya, kehidupan yang membentuk kalian

menjadi makna lain

makna baru, makna seru

 

teruslah bersama-sama

berkongsi ceria dan celaka

atau jika tak harus bersama

tak mengapa juga menjalani kepergian baru

karena hidup memang terdiri atas kepergian

demi kepergian

bahkan hakikat kepulangan pun

adalah kepergian dalam wujud yang lain

pergilah selagi kepergianmu untuk menemukan

kebersamaan baru

 

bahkan jika adakalanya suatu waktu

kau bakal sendiri, jangan sekali-kali cemas

kesendirianmu akan tetap berdiri sebagai makna

di mana pun kau berada

sekalipun kau disangka tiada

karena disangka cuma kata reka

meskipun terlahir sebagai kata kerja

 

2025

Hasan Al Banna
Latest posts by Hasan Al Banna (see all)

Comments

  1. Saiful Amri Reply

    Terima kasih atas adanya ruang ini.
    Saya bisa baca karya Hasan Albana

  2. Baca Bareng Reply

    pantes. unsur bahasanya kental sekali. Pengarang adalah orang balai bahasa. keren

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!