Puisi-Puisi A. Warits Rovi; Senyum Ibel

in Puisi by

Senyum Ibel

Ibel, putriku, bibirmu tumpuan kembang mekar
setangkai-setangkai di tangan musim
menggetarkan jantung angin.

senyumlah dalam giris hujan yang lebat
membabat tingkap ladang senyap
bertaut sisipan mata bajak
menumbuhkan benih yang sajak,

senyumlah dalam panas kuku kemarau
dengan riwayat kering tanah
mengubur bau nanah
menampung jalar akar bertemu getah.

Dik-kodik, 08.18

Meja Tamu

dua buah cangkir
dalam pengap yang sama
menutup bibirnya kepada angin,

kisah jeda di taplak hijau
antara leliuk oretan motif bunga
yang mengabadikan hari-hari
yang pernah wangi,

kita hanya berdua di sini
menghabiskan kebisuan
dengan lirikan tajam
dan sebuah gumam yang tetap terperam,

serasa di meja ini
ada sungai sunyi
kita duduk di seberang berbeda
menghayati bulan yang menua,

Sri, kapan kau akan jadi tamu abadi
yang tak akan beranjak dari meja ini?

Sumenep, 2018

Bibir Nenek

sadah merah kesumba
di bibirmu menjelma peta,

tak ke mana angin timur meraba
cicip kuncup sisa sirihmu
dengan sekapur giwang laut pualam,

gigimu tampak menyembul hitam
dua jadi tugu hari tua
sekali kau cipratkan sadah
hari terapung dalam warna merah,

hari-hari, malam yang sunyi
sepotong pinang, sesendok kapur
dan tiga helai sirih
kau tumbuk di lesung tuamu
agar bibirmu seperti binar tanju

basah sadah, manis kisah.

Gapura, 07.17

Di Telaga Dewi Kelintang

di airmu yang bening
ikan-ikan mengapungkan tubuh
habis segala senyap dibadai gemercik air
suara dari sekali kibasan ekor klemar
yang melewati tujuh batang semanggi
dengan sirip menusuk-nusuk sepi,

seekor capung menyentuhkan
ujung ekornya pada air
dengan gerakan lamban
seperti sedang menyampaikan pesan
yang ia terima semalam,

duhai perempuan mana
yang mencuci di tepinya
di sehampar batu berlumur deterjen?
wanginya melumat angin
seperti tumpah kelopak kembang Dewi Klintang
menjelang upacara bulan safar,

ya, aku takluk pada bening airmu
yang menerimaku dengan riak tenang
menggenggam bayangan badan
dengan pantulan mata manis Dewi Kelintang

Bungduwak 11.17

A. Warits Rovi
Add Me

A. Warits Rovi

Lahir di Sumenep, 20 Juli 1988. Karya-karyanya dimuat di berbagai media nasional dan lokal antara lain: Horison, Republika, Suara Merdeka, Seputar Indonesia, Indo Pos, Medan Bisnis, Majalah Sagang, Radar Madura, dan lain-lain. Kumpulan puisinya dapat dinikmati di antologi komunal, di antaranya, Bersepeda Ke Bulan (Antologi Puisi Pilihan harian Indo Pos, 2014), Ayat-Ayat Selat Sakat (Kumpulan Puisi Pilihan Riau Pos, 2014). Saat ini, menjadi guru bahasa Indonesia di MTs Al-Huda II Gapura, Madura.
A. Warits Rovi
Add Me

Latest posts by A. Warits Rovi (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.