Syaikh Bab al-Farghani

Beliau adalah sama seperti judul di atas. Tidak lebih dan tidak kurang. Kata “al-Farghani” yang dinisbatkan kepada namanya itu adalah nama daerah yang ditempati oleh beliau. Yaitu, Farghanah. Beliau adalah seorang yang fakir yang berjuang secara gigih di jalan Allah Ta’ala.

Menurut Syaikh ‘Ali bin ‘Utsman al-Hujwiri di dalam kitabnya yang terkenal, Kasyf al-Mahjub, beliau adalah termasuk wali autad, wali empat yang “menempati” posisi mata angin yang empat. Yaitu, barat, timur, utara dan selatan. Melalui perantara mereka Allah Ta’ala menjaga arah-arah mata angin.

Menurut Syaikh Abu Isma’il ‘Abdullah al-Anshari al-Harawi yang dikenal dengan sebutan Syaikh al-Islam, beliau pernah dilihat oleh Syaikh ‘Ammu yang mengatakan: “Pada suatu saat, aku duduk di sisi beliau. Ada seseorang yang datang kepada beliau. Orang itu lantas berkata: ‘Tolong doakan. Karena sekarang Sarkab pulang kampung’.”

Perlu diketahui bahwa Sarkab adalah seorang penguasa yang datang untuk memerangi orang-orang Islam. Di dekat pintu beliau, ada sebuah api dan satu ceret. Di kaki beliau, ada kaus kaki. Lalu, ceret itu terdorong. Beliau bilang: “Kulempar kepala Sarkab.” Maka dengan segera terlempar Sarkab dari atas kuda dan patah lehernya.

Syaikh ‘Ammu mengatakan bahwa pada suatu hari seseorang datang kepada beliau. Orang itu bilang bahwa “Berdoalah untukku hingga datang hujan.” Beliau berdoa dan hujan itu datang dengan deras sekali. Kemudian laki-laki itu datang pada minggu berikutnya mengadukan hujan yang terlalu besar itu.

“Tolong, berdoalah untuk kebaikan banyak orang. Berdoalah hingga berhenti hujan. Karena rumah-rumah dan tembok-tembok roboh karena diterjang hujan.” Lalu, Syaikh Bab al-Farghani berdoa, dan hujan itu berhenti seketika. Betul-betul doa seorang wali yang tidak ada hijab antara dirinya dengan Allah Ta’ala.

Di dalam Kitab Kasyf al-Mahjub, Syaikh ‘Ali bin ‘Utsman al-Hujwiri mengatakan bahwa di Farghanah ada seorang perempuan yang sudah sangat tua yang bernama Fathimah. Setelah aku bermaksud untuk berziarah kepada Syaikh Bab al-Farghani, Fathimah bertanya kepadku: “Kenapa kamu datang ke sini?”

“Aku mau bersilaturrahmi kepada Syaikh Bab al-Farghani, semoga beliau memandangku dengan pandangan kasih-sayang.” Dan betul, ketika aku datang kepada beliau, beliau mengatakan kepadaku: “Wahai anakku, aku sejak hari fulan itu, kau tidak lepas dari pandanganku sampai sekarang.”

Hari yang dimaksud oleh Syaikh Bab al-Farghani adalah hari permulaan Syaikh ‘Ali bin ‘Utsman memulai pertaubatan. Syaikh Bab al-Farghani mengatakan: “Wahai anakku, melipat jarak bumi merupakan perbuatan anak-anak. Setelah ini, datanglah dengan penuh bersamangat.”

Kepada Fathimah, beliau mengatakan: “Apakah kau tidak punya sayuran-sayuran hijau? Biar orang fakir ini makan sayur yang segar-segar.” Fathimah lantas membawa buah anggur yang segar-segar. Padahal di waktu itu, sama sekali bukanlah musim anggur. Wallahu a’lamu bish-shawab.

Kuswaidi Syafiie
Latest posts by Kuswaidi Syafiie (see all)

Comments

  1. irpan Reply

    Ingin mendapatkan uang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!