Puisi Mohammad Isa Gautama

Dongeng Setelah Kejadian

 

sebilah jantung mulai lelah

mendayung kapal nyaris karam

tak butuh tahu

bunga yang tumbuh di belakang rumah

kering kerontang

 

segenggam benak bercerita perkara rencana

patah di rengkah hutan

arungi ilusi paling girang

belum sepenuhnya sadar

hamparan rencana menjelma benang

menyangar

dalam kelam

 

seulas paru tergagap

menghapal sebaris lirik

di seluk kereta

penuh sampah dan lintah

 

menuntunnya pulang

usai perjalanan jauh

tak kenal tujuan

 

ke rumah menjelma stasiun

penuh nyawa

kering kerontang

 

2024

 

 

Penggumam dalam Jantung

 

kaukah ulangan kejadian

memburu gelinding tubir curam

ampas perayaan, aum kemarahan

dipeluk kesia-siaan

 

dirimukah jentik tersambar katak

menjaring kesumat

dihidang dalam upacara

penunggu belantara liar

 

kamukah pemadam gerak

kala penonton menunggu kecipak

merontokkan rahang

musim menguak

 

kaukah cerobong

aliri gelombang

macetkan gerak

yang mestinya telak

menyumpal onak

 

2025

 

 

 

 

Usaha Meredam Isak

 

setelah bangun dari mimpi lama

menjajal malam-malam hampa

kau pinta prahara mereda

 

rayuan terinjak, daki-daki tak sengaja

tertusuk sinar garang mentari meraja

meringkus doa yang lama terlupa

meriap tak tentu rimba

di lemari pengelana

 

setelah seluruh jalan melipat usia dalam sebundel kitab

orang-orang merasa kosong, hanya menatap

kau urai sisa jerami tempat rabu istirahat

lembap-mendengkur, menghuni langkisau sesat

 

harap meliar, hinggap di elang tak bersayap

menodai laut gagap merindu gelombang

ombak tak meninggi menggapai mega kesiangan

karang mengelupas seirama cabik layar

 

setelah terjaga dari unggun kata

membuncah dari lidah hambar

kau gunting palung nadi

menggedor jantung

meledakkan malam

 

2025

 

 

 

Tubuhku Rumah Air

 

tubuhku berenang

melena belulang

menyusur aorta

melawan arus menggerus

nostalgia

 

menyarang, bekukan darah

bagi pusaran bah, kalbu terhunjam

ginjal tenggelam, hanyut membadai

kecipak napasmu

 

jasad mengapung

menggedor paku

menjelaga tsunami

membongkar sukmaku

mata air mencemarkan mimpi

ombak mendaki

menggelembung

pematang waktu

 

lenganku air gerayangi kasihmu

jariku sembilu jelajahi rona parasmu

huruf-hurufku belati liang nafsumu

mengairi denyar rayumu

 

udara sesak air, membungkus cakrawala

unggun kejadian hanyut

firman mengalun, senyap kerongkongan

banjir maha rapi

menyembilu

anyir zaman

 

2024

Mohammad Isa Gautama
Latest posts by Mohammad Isa Gautama (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!