
Demam
Di sepi yang mulai menajam,
runcing duri menghujam tulang.
Gigil melata di bawah kulit.
Pandang buram menengadah langit-langit,
Selimut bukan kepompong bermetamorfosis.
Pun perubahan konstan hanya akan membawa kesialan
seperti Gregor Samsa yang malah jadi kecoa.
Mozaik hari esok jadi sayatan telapak kaki
ketika mimpi adalah cahaya perak
yang berserak menjelma jadi duri.
Di purnama selanjutnya
30 koin perak memang akan tiba,
namun murid nabi juga hanya
menggantung diri sekali
bukan tiap fase bulan berganti
Sayup degup di malam larut
makin rapuh detaknya
seperti suara kayu terbakar
dalam tembikar
yang mulai pecah di luar.
Dalam tengkorak yang retak
ada rasi bebintang padam
menuju piramida sang alkemis
untuk dijelajahi
ketika datang waktu pagi.
2026
Pohon Kersen Pasar Kebo
Di antara kepak sayap burung dara
yang kakinya dipegang erat atau
yang baru saja melesat dari tangan joki
ada bocah-bocah baru pulang sekolah
yang berlarian di antara lorong pasar
menuju sebuah pohon besar
sebelum sorenya mereka disuruh ngaji.
Pohon itu berada di antara kios-kios
yang mengitarinya, tepat berada di tengah
seolah ketika pembangunan, kontraktornya enggan
untuk menebang karena takut kena kutukan.
Namun bagi para bocah, pohon itu tak hanya dipanjat tiap dahannya,
buah kersen yang sudah kelihatan merah pun dimakan,
bahkan kalau malas jalan kejauhan mereka biasa kencing sembarangan
di sela akar dan menggesekkan kulup ke kulit pohon bergetah
tanpa takut akan bengkak atau kena linglung tak bisa pulang.
Di antara dahan-dahan, para bocah berebutan buah kersen
bahkan yang setengah matang, saling menggeliat
seperti ulat hongkong di nampan penjual pakan burung
dan umpan ikan. hanya buah, posisi nyaman di simpang dahan,
atau perihal siapa yang turun duluan yang diributkan.
Pertengakaran kecil mudah dipadamkan
tak pernah jadi nyala api atau asap dari setumpuk sekam
sebelum akhirnya kicau kacer, murai batu, dan anis merah
dari sangkar-sangkar kios burung meredup suaranya
bersamaan dengan terbangnya para merpati yang entah ke mana.
Kontraktor baru datang dengan lebih garang
membongkar kios yang disewa para hantu
bahkan menebang pohon kersen yang lebih angker
karena bocah-bocah sudah berpetualang
ke hampar luas peta membentang
tanpa tahu kapan lagi mereka datang
menghabiskan waktu sebelum ngaji.
2026
Kalau Seumpama Ada UFO yang Mau Mengumumkan
Ada Armagedon dan Kehancuran Alam Semesta di Jakarta
kapal angkasa pembawa berita akhir dunia turun di tengah kota
tak ada keramaian yang menyambutnya karena orang-orang sedang sibuk bekerja
dishub mulai datang bawa mobil derek dan mencari platnya
ketika mimbar ditata dan sesosok alien buka suara para pemotor mulai berhenti
membuka kaca helm mereka, yang di mobil juga menurunkan kaca jendela
kamera hp dihadapkan ke arah makhluk yang seakan khotbah di sana
suara klakson mulai berpantulan hingga menggema ke kota sebelahnya
suara alien dan peringatan akhir dunia kalah kuat volumenya
ojek online mulai dimarahi penumpangnya
kurir paket mulai kepikiran kiriman target
sopir busway ngomel “selebgram mana lagi yang goblok masukin mobilnya ke jalur busway!”
tukang becak sudah nggak ada dari jaman Ali Sadikin
insentif SPPG dapur MBG 6jt per hari
pegawai outsourcing di-phk sepihak atau dipindah ke Jogja
guru honorer live streaming affiliate tiktok sepulang ngajar
dari pasar senen ke bogor harus pura-pura mati kalau mau duduk terus di KRL
supir JakLingko nyetel lagu Benyamin Sueb
“Jakarta kebanjiran, di Bogor angin ngamuk
Rumeh ane kebakaran gare-gare kompor mleduk”
dan sebelum alien itu selesai bicara bumi meledak
2026
Bubur Ayam Jakarta Jam 5 Pagi
pagi saja sudah kesiangan
ayam telanjur disuwir bareng cakwe
di atas bubur yang bahkan dasarnya sudah jadi intip
dicampur atau diaduk cuma akal-akalan rezim
lewat thread twitter (sekarang x) seleb
biar konflik horizontal bikin kita lupa
kalau UMR bisa nambah
tapi nilai tukarnya makin melata
bahkan jam segini, buburnya udah kelihatan pucet
seperti seorang anak yang gagal di perantauan
membawa pulang buah tangan kekalahan
hingga ketika lapar, ikut makan di dapur
keluarga sendiri pun jadi sungkan
bubur panas bikin lidah kebas seperti makan nanas
di tanggal 1 Januari setelah semalaman nyari happy
karena libur serentak dan dirayakan bersama
teramat jarang munculnya apalagi nominal
tanggal merah menggiurkan siapa saja untuk tetap bekerja
suapan terakhir dan semua tandas habis
seperti siasat yang kepentok tembok beton
tak tahu ke mana bisa dibebaskan ke udara
selain loncat dari jendela
2026
- Puisi Arif Billah - 26 May 2026
- Ke Toko Membeli Ibu - 24 May 2024
