Merah dan Kamu; Puisi-Puisi Deslyana Esa Kharisma (Madiun)
Oh Ibu, Oh Bapak IBUKU sayang Ibuku malang Matanya menyala jalang Menghabisi bapak sampai ke tulang-tulang. *** Hari ini Bapak […]
Oh Ibu, Oh Bapak IBUKU sayang Ibuku malang Matanya menyala jalang Menghabisi bapak sampai ke tulang-tulang. *** Hari ini Bapak […]
Tiga hari terakhir ini, saya kecewa dan sekaligus bahagia pada buku. Tersebab saya termasuk pembaca buku yang memilih percaya pada […]
Peristiwa 30 September 1965 masih basah dalam ingatan kita. Enam orang jenderal menjadi korban politik (tanpa hati nurani) yang dilakukan […]
Buang jauh-jauh anggapan bahwa jalan kaki itu menyehatkan. Karena anggapan itu rasanya sudah basi. Sudah bukan zamannya lagi. Kini jalan […]
Tatapan matamu begitu kosong. Ekspresi wajahmu kaku. Ini pertama kalinya aku menyadarinya. Sejak kapan kau berubah? Sejak kapan hubungan di […]
Putus sama pacar nggak berarti putus hubungan, kan? Selama dia masih asyik dijadiin temen, kenapa nggak? Tapi, ada syaratnya…. […]
Meninggalkan Rumah kau tampak begitu terhina melewati jalan-jalan yang memperlakukanmu dengan sengit langit seperti mendung sejak pertama kau melepaskan rumah […]
Tan Malaka yang mewariskan Madilog benar-benar sedih melihat teman-teman ideologisnya tidak mengindahkan peringatannya di tahun 1926-1927 bahwa melawan Hindia Belanda […]