Puisi-Puisi Emi Suy; Perahu Diksi

in Puisi by
@avifahve

Luka

 

lukaku sumur yang kerap ditimba

di musim kemarau

hingga, umur memutih di kepala

 

 

 

Lelaki Matahari

(Alm. Nurngudiono)

 

lelaki matahari yang tak pernah berhitung sebanyak apa

memijarkan cahaya pada setiap jalan di sudut kampung

di setiap ruas trotoar di tubuh kota tegal laka-laka

 

lelaki yang darahnya mengalir seni, yang ia tahu

hanya memberi tidak kenal meminta dan menawar

dari dendang lagu yang dinyanyikan begitu merdu

menggema ke seluruh pelosok negeri bahari

gaungnya tidak hilang dari ingatan

 

Keminclong Moncer Kotane” kecintaan seluas samudra

untuk mengemas kecantikan kota

yang molek dan kaya dengan hasil laut negeri poci

anak pesisir dengan  abrakadabra, suara-suara mati,

setan dalam bahaya, dan antigone

mahakarya yang penuh cinta rasa dan karsa

 

lelaki matahari bertubuh puisi

aku membacamu dalam lembar-lembar Jentera

aku mengenangmu dari aksara Roa

di bahumu yang rindang mereka berteduh mendapat sejuk

 

lalu ketika awan hitam bergelayut di bulan kedua

mengantarmu ke peristirahatan abadi

seluruh kota menangis mengiringimu dengan hujan doa-doa

yang membasahi setiap sudut bibir duka

menyelimuti mendekap kehilangan

mengantarmu selamat jalan

 

lelaki matahari

tubuhmu puisi

abadi dalam kenangan

menjadi telaga ingatan yang tak kan mengering

 

2017

 

 

 

Kayu

 

sesuatu yang kutulis tentang warna kayu di tubuh jendela

saat angin kencang berbincang seadanya

senja itu, di kala daun pintu kelu berderit terbata-bata

jingga pudar pulang tergesa

 

sunyi kembali bertahta di sekotak ruang – usia

serat kayu kelak berjejak di sepanjang titian masa

segala cerita tersisa

 

2018

 

 

Perahu Diksi

 

di hening lautan malam

kita berselancar

doa-doa berlayar

 

diksi-diksi menjadi perahu menyelamatkan kau dan aku dari badai sunyi yang menderu

 

 

 

2018

Emi Suy

Emi Suy

Lahir di Magetan, Jawa Timur, 2 Februari 1979 dengan nama asli Emi Suyanti. Emi menyukai sastra sejak duduk di bangku SMP. Karya-karyanya berupa puisi dan cerpen telah tersebar di berbagai media, seperti Media Indonesia, Banjarmasin Post, Majalah Story, dan lainnya.Buku puisi tunggalnya yang sudah terbit, Tirakat Padam Api (2011),Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018).
Emi Suy

Latest posts by Emi Suy (see all)

1 Comment

  1. I enjoyed the poems. Meaningfully philosophical atmospheres were darned in a series of beautiful dictions.

    Below is one of the poems I like much:

    di hening lautan malam
    kita berselancar
    doa-doa berlayar

    diksi-diksi menjadi perahu menyelamatkan kau dan aku dari badai sunyi yang menderu

Leave a Reply

Your email address will not be published.