Sajak-Sajak John Keats

(Nocturne in E-Flat Major | Rue Royale Fine Art)

 

Kepada seseorang yang telah lama berada dalam kota yang tersembunyi

 

Kepada seseorang yang telah lama berada dalam kota yang tersembunyi,

‘Begitu manis menatap ke dalam cahaya

 Dan membuka wajah surga, ̶ mengembuskan doa

Langit biru tersenyum penuh,

Siapa yang lebih bahagia, manakala, dengan segenap hati,

Menenggelamkan keletihannya

Dalam peraduan yang nyaman

Dari rumput yang bergelombang, dan membaca kisah cinta yang riang

serta lemah dan lembut?

Sekembalinya ke rumah pada malam hari, dengan sepasang telinga

Mendengar rekaman-rekaman Philomel ̶ sepasang mata

Memandang riwayat pelayaran awan kecil yang cerah,

Ia meratapi hari yang lekas tersepuh:

Bagai selintas tangis malaikat

Yang jatuh hening dari langit bersih.

 

 

Jiwa-jiwa yang megah kini berdiam di bumi

 

Jiwa-jiwa yang megah kini berdiam di bumi;

Ia awan, air terjun, danau

Yang di puncak Helvellyn, membentang luas,

Tangkaplah kesejukannya dari sayap malaikat:

Ia mawar, violet, musim semi

Senyum ramah, terangkai demi kebebasan

Dan lihatlah! yang tabah takkan pernah menderita

Suara yang lebih rendah dari bisikan Raphael

Dan jiwa-jiwa lainnya berdiri di sana

Usia yang terlihat pada kening

Ini, ini akan memberikan dunia hati yang lain,

Dan debaran-debaran yang lain. Tidakkah kau dengar suara dengung

Yang merajai?

Kalian dengarkan sejenak, dan jadilah kelu.

 

 

Setelah kabut kegelapan menyelubungi tanah kami

 

Setelah kabut kegelapan menyelubungi tanah kami

Sepanjang musim kering, tibalah suatu pagi

Melahirkan selatan yang lembut, dan jernih jauh

Dari seluruh kepedihan surga yang tak tercemari.

Waktu yang cemas, membebaskan kesakitannya,

Menemukan Mei yang telah lama hilang;

Kelopak mata yang bermain dengan tenang kedipan

Bagai daun-daun mawar dengan tetes hujan musim panas.

Angan-angan tenang datang mengitari kami, serupa dedaunan

Memucuk ̶ dalam keheningan buah yang ranum ̶ matahari musim gugur

Tersenyum di malam hari pada seberkas yang terang ̶

Pipi Sappho yang manis ̶ napas bayi yang tersenyum

Pasir kaca meninggi kehabisan waktu

Sebuah anak sungai hutan ̶ kematian seorang penyair

 

 

 

Bintang bersinar, aku memandangnya bagai karya seni ̶

 

Bintang bersinar, aku memandangnya bagai karya seni ̶

Keindahan yang tak sendiri tergantung tinggi di malam hari

Dan menyaksikannya, dengan dua kelopak mata yang tak berkedip,

Bagai kesabaran, Eremite yang terjaga,

Air yang mengalir sebagaimana tugas mereka

Adalah pembasuh jiwa-jiwa manusia di muka bumi,

Atau bilamana menatap kilaunya yang perlahan berjatuhan

Seperti salju di atas pegunungan dan tegalan ̶

Tidak  ̶  tetapi masih kukuh, tetap tak tergantikan,

Demi menyongsong kematangan jiwa kekasihku,

Untuk merasakan kelembutan dan kebaikan selamanya,

Selamanya berada dalam kegelisahan yang manis,

Masih, masih untuk mendengar lembut tarikan napasnya,

Dan tinggal selamanya ̶ atau tak sadarkan diri hingga tiada.

 

 

 

Manakala aku memiliki ketakutan bahwa diriku mungkin akan berhenti

 

Manakala aku memiliki ketakutan bahwa diriku mungkin akan berhenti

Sebelum penaku merangkum kekayaan pikiranku,

Sebelum buku-buku menjulang tinggi, dalam diri,

Seperti para kolektor, menyimpan pengetahuan yang penuh,

Sewaktu aku menatap, wajah bintang malam,

Awan besar adalah simbol dari cinta yang agung,

Dan berpikir barangkali aku takkan pernah dapat menjangkau

Bayang-bayang mereka, dengan takdir yang telah digariskan,

Dan ketika aku merasa, saat ini sebagai sepantasnya manusia,

Aku takkan lagi meminta lebih padamu,

Tak berharap akan keajaiban

Dari cinta yang tak berbalas; ̶ lalu pada lautan

Tak berbatas aku berdiri sendiri, dan berpikir

Hingga cinta dan kemuliaan tenggelam dalam ketiadaan.

 

 

 

John Keats lahir di London, Inggris 31 Oktober 1795. Seorang penyair Inggris aliran romantisisme. Puisi-Puisi di atas diterjemahkan dari buku Poems of John Keats Selected and Introduced by Claire Tomalin oleh Irma Agryanti. Penyair tinggal di Mataram, Lombok. Bergiat di Komunitas Akarpohon.

Admin

Latest posts by Admin (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published.