Puisi Anggi Oktavia
Lecah laman hamba, engku Bebaslah, tapi hamba tak bisa lepas ikat yang mengebat ini Sesak, napas-napas hamba tak […]
Lecah laman hamba, engku Bebaslah, tapi hamba tak bisa lepas ikat yang mengebat ini Sesak, napas-napas hamba tak […]
Nada Dasar Gambus Kemur Jalil aku temui engkau Kemur Jalil di tengah terang rembulan, engkau nampak seperti sedang […]
Perutku Sumur Tua perutku sumur tua ia kerap meraung minta ditimba derek air berdecit karat lumut dan daun […]
Mencintai Mesin Cukur Setiap Tiga Bulan Sekali Rambut yang tak tersebut, pada helai ke seratus empat belas, jatuh […]
Metropolis IV Kami tak lagi membaca cuaca saat hari mulai bangkit dari ranjang langit besi di udara meleleh […]
Suatu Pagi di Desa Ini Kabut tipis merambah ke ladang: pucuk-pucuk daun jagung yang tenang menunggu kilau matahari […]
VARIASI KOAN ZEN KAKUAN Sabi, Dua Belas Kilas 1/ waktu menyerupai komposisi mimpi jam-jam tidur, melangsungkan sepi […]