Sajak-Sajak Abdul Wachid B.S.; Cemburu

Sirenes 06 by Victoria-Rivero on DeviantArt

 

CEMBURU

 

Dibuatnya oleh kekasih

seluruh hariku adalah perjalanan

Dibuatnya oleh kekasih

semua rumahku cumalah penginapan

Dibuatnya oleh kekasih

anakanakku kedatangan dan kepergian

Dibuatnya oleh kekasih

harubiru rindu dan cinta

berujung pada jumpa dan kecewa

tersebab tak bisa berlamalama

Dibuatnya oleh kekasih

segala perhatian duniaku hanya

memandang wajahnya

 

 

yogyakarta, 13 oktober 2019

 

 

 

 

MENUJU LEMBANG

 

Jalan naik ke langit

Jalan turun ke hatimu

Kabut memang nutup pandang

Tapi keluasan padang awan melenggang

 

Hamparan kebun teh di kanan kiri

Hamparan mripatmu mengerjap malu

Dari kaca jendela puisi ini dimulai

Padahal indah itu selalu bermula dari hatimu

 

Bus ini seperti kereta kencana yang

Mendaki awanawan para dewa

Dan aku tak mau membayangkan

Bagaimana jalanan licin menurunkannya

 

Sampai ke dasar kecemasan

Toh antara keindahan

Dan ancaman, napas yang

Terhirup masih memberi pilihan

 

Maka, ayolah, di Lembang

Rembang petang bukanlah lambang

Hidup terlontar ke ketinggian seperti lembing

Yang terjatuh ke tanah basah

 

Kamar ini hanyalah pinjaman

Ketika matahari terbit esok hari

Perjalanan belum berakhir di sini

Perjalanan menjadi jalan itu sendiri

 

 

21 Januari 2020

 

 

 

POTRET

 

sedang kupasang pigura masakecilku

dan aku bercermin kepadanya

dan kujumpai gelak tawa

dan sedusedan menepi ke batas pagi

 

sampai matahari terbit dari bingkai potret ini

dan kini senyuman cucuku mengekalkan

itu semua ke dalam tatap matanya yang

begitu kejora kepada dunia

 

 

yogyakarta, 18 maret 2020

 

 

 

SUWUK GUS MUS

— di masa Corona

 

sempurnakanlah wudu

kau aku akan terbasuh dari rasa rusuh

lantaran air merekam doa dan kebaikan

seperti langit merekam bumi: selepas subuh

 

dan sebelum matahari terbit

lidah hati kau aku mewirid

dan di batas senja dan malam

kembali suara syair itu berdesir

 

“Bismillaahilladzi laa yadhurru ma’asmiHi syai-un

fil ardhi walaa fissamaa-i waHua s-Samii’ul ‘Aliim”

 

dan bila kau aku ke luar rumah

jiwa pecinta tetaplah tinggal di dalam rumah

hati yang selalu ingin bernyanyi indah

“yaa Salaam yaa Hafiizh yaa Maani’u yaa Dhaarru”

 

bersalawatlah suara semesta

bersalawatlah para malaikat

bersalawatlah bibir kau aku yang

gemetar ketika disebut Nama Maha Kekasih

 

seperti mawarmawar merekah

petiklah wanginya sebagai hikmah

seluruh darah hingga ruh

menolak bala hingga pagebluk megat ruh

 

Allahumma innaa nas’aluKa al-‘afwa wal-‘aafiata

wal mu’aafata fiddiini waddunyaa wal aakhirah

aamiin

 

 

yogyakarta, 19 maret 2020

 

Abdul Wachid B.S.
Latest posts by Abdul Wachid B.S. (see all)

Comments

  1. Anwar Reply

    Wah, ada 2 puisi yang dimuat ganda ternyata.

  2. Noer Inna Reply

    ya btul. saya mmbaca puisi POTRET dan SUWUK GUS MUS dri penulis yg sama di Harian Rakyat Sultra edisi 27 April kemarin.

    • Abdul Wachid BS Reply

      Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh. Terimakasih atas informasi pemuatan 2 sajak saya yang ganda ini. Saya minta maaf atas keteledoran ini. Biasanya saya catat kemana dan apa saja judul sajak yang saya kirimkan, namun kali ini lupa. Oleh karena itu, untuk menjaga kebaikan kiprah http://www.basabasi.co yang sangat saya syukuri dan banggakan ini, maka mohon pemuatan sajak saya digagalkan saja. Terimakasih. Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

    • Gabriel Kj Reply

      Apakah ada yg salah jk dimuat ganda? nggak ada regulasi undang2nya!

      • Desyta Reply

        Di cara mengirim tulisan, pihak basabasi.co tidak menerima karya yang sudah dipublis dlm bentuk apapun.

  3. Daridiksi Reply

    Menenangkan…

    • Said Reply

      Saya sudah membaca. “Suwuk Gus Mus di Musim Corona” ini hizif doa untuk dunia agar terhindar dari bala’. Jadi barangsiapa yang menyebarluaskan insya Allah mendapatkan pahala, diselamatkan dari berbagai bala’ dan kekurangan, amin.

  4. poernomo Reply

    Ijin share, puisi CEMBURU bikin bulu kudukku berdiri

  5. Fatma Reply

    puisi CEMBURU …..bikin baper….

  6. Ichsanul A.R. Sholeh Reply

    Sajak sufistik sekelas Jalaluddin Rumi. Luar biasa!

Leave a Reply to Said Cancel Reply

Your email address will not be published.