Puisi-Puisi Abinaya Ghina Jamela; Menembus Kaca
Menembus Kaca Alice mengejar kupu-kupu sebiru kemeja ibuku Alice melihat, ternyata teman lama. Alice melihat, ia masuk ke dalam […]
Menembus Kaca Alice mengejar kupu-kupu sebiru kemeja ibuku Alice melihat, ternyata teman lama. Alice melihat, ia masuk ke dalam […]
Sapu Tangan dari Ibu Menjelang subuh, ia berpisah dengan ibu dan adiknya. Ia melihat mereka berdiri di ambang pintu sebelum […]
Kegelisahan Dua mataku sipit dan jenaka, selalu terjaga pada pagi Dua tanganku mengepal penuh cengkeram, selalu murung menunggu mati. […]
Sebuah Rumah di Dipowinatan Setiap kali datang, engkau sudah menunggu juga kursi tua itu,[1] semuanya seperti masa lalu yang […]
Laut Menatapku laut menatapku. laut Ampenan dan bayangan pelabuhan. tapi tak ada pelabuhan. meski kapal pembawa minyak terapung di tengah-tengah. […]
Jarak di luar tubuhku hujan begitu rusuh mencari pecahan-pecahan jiwaku di dalam diriku yang tenang seorang perempuan sedang khusyuk membaca […]
Namaku yang Kaucatut andai ada namaku yang kaucatut simpan saja sebagai kenangan dan tak perlu pulangkan padaku : nama yang […]
INSOMNIA Insomnia adalah jalan menuju pagi yang tak pernah sampai kepada pagi. Kau di dalam mimpi dan aku di luar […]