Pencerita dan Biru
Sejak kecil, Haryati Soebadio (24 Juni 1928-30 April 2007) suka berkeliling kota dengan sepeda. Ia pun suka “berkeliling” dunia dengan […]
Sejak kecil, Haryati Soebadio (24 Juni 1928-30 April 2007) suka berkeliling kota dengan sepeda. Ia pun suka “berkeliling” dunia dengan […]
Di pasar buku loak di Solo, dagangan terus berdatangan dan tak habis-habis adalah novel. Tumpukan novel bekas dengan ukuran kecil […]
Pada hari-hari menjelang konser Sruti Respati di Solo, 27 Desember 2018, bertema Puspa Ayodya: Tribute to Ki Nartosabdo, para pengarang […]
Novel dengan sampul berwarna kuning. Gambar lelaki sedang duduk melamun. Ia tampak sedih. Gambar berukuran besar adalah perempuan cantik dan […]
Di sepucuk surat ke Bahrum Rangkuti, ada pemahaman mengenai kitab suci dan sastra. Di lembaran kertas, Ali Audah menulis: “Taha […]
Di Solo, ia bersekolah dan menunaikan kerja-kerja sastra. Ia pernah jadi “legenda” di Solo tapi lekas terlupa gara-gara ketiadaan pengisah. […]
Tema yang digarap Navis untuk cerpen Robohnya Surau Kami adalah mengenai salah satu ajaran Islam yang berbunyi: kerjakanlah duniamu seolah-olah […]
Pada masa 1950-an sampai 1980-an, jutaan orang di Indonesia menobatkan diri sebagai pembaca majalah. Segala majalah diterbitkan memiliki pembaca fanatik. […]