Ke Toko Membeli Ibu
Seperti selamanya, aku berjalan di hamparan kosong yang disirami pendar cahaya meyilaukan mata. Seperti selamanya juga, aku tersadar terpisah dari […]
Seperti selamanya, aku berjalan di hamparan kosong yang disirami pendar cahaya meyilaukan mata. Seperti selamanya juga, aku tersadar terpisah dari […]
Di Nangamaha, ada pemain caci[1] mati di arena. Bola matanya yang kiri mencelat kala pecut lawan, yang dengan tepat menyasar […]
Mengapa Bapa tak pernah lagi berdoa, Mama? tanya Kei di samping dadamu yang hangat, yang membentangkan rumah dan hal-hal tabah. […]
Sepanjang waktu, Ibu lebih banyak berada di rumah, sementara Ayah bekerja sebagai pegawai pemerintah dan punya usaha sampingan memproduksi sepatu […]
Saya pernah melihat Kurt main kuda-kudaan dengan Courtney. Kurt jadi kuda, Courtney jadi joki handal. Itu berlangsung kira-kira dua ronde. […]
Ada banyak kegilaan di dunia ini, tapi kupikir, tak ada yang lebih gila dari gagasan yang ditawarkan oleh Bupati Tamala. […]
SAAT itu, hari masih pagi di surga. Dua burung, jantan dan betina, terbang rendah, memberi salam kepada penduduk surga yang […]
Kutulis cerita ini lewat bantuan amarah Abah, bahwa Ibu berselingkuh. Mata Abah memerah. Tangan Abah juga mengepal. Aku baru datang […]