Surat dari Seorang Tawanan
Setelah 37 tahun berlalu, usai referendum yang menentukan nasib kita, dan 20 tahun kemerdekaan negara kita, akhirnya aku baru berani […]
Setelah 37 tahun berlalu, usai referendum yang menentukan nasib kita, dan 20 tahun kemerdekaan negara kita, akhirnya aku baru berani […]
Bidan itu menggeleng berkali-kali melihat perut buncit Harti. Pasalnya baru pertama kali ia memeriksa perut seaneh itu. Besar menggelembung agak […]
Aku memanggilnya “Papi”. Jangan punya pikiran dia adalah ayahku. Bukan. Almarhum ayahku saja tidak aku panggil begitu. Nanti aku ceritakan […]
“Ada yang ingin kubicarakan padamu,” ujarnya pada suatu pertemuan di sebuah kafe. Semula, kaukira ia tentu akan membicarakan urusan pernikahan […]
1. Hari itu, ujung September yang basah, telah ditetapkan Lian, Ulip, dan Pir untuk menuntaskan tekad mereka mengubah hidup: berdikari […]
TANGAN Saad gemetar saat memegang senapan berburu yang ditawarkan kepadanya. Ia tak berniat membeli sebuah senapan berburu, tetapi bisikan dalam […]
Tempat berjemur para pemburu imunitas tubuh itu memanjang hampir sepanjang tiga ratus empat puluh sembilan meter. Di barat jalan dari […]
Redrum adalah nama sebuah toko. Dilihat dari namanya saya mengira toko itu menjual minuman keras. Namun, saya keliru. Toko Redrum […]