Puisi-puisi Kedung Darma Romansha (Yogyakarta): Dan Sunyi Berceracau Lewat Burung-Burung
Kubur Terakhir malam ini kita tertawa mencium harum bunga yang minggat dari tubuhmu. kau beringsut melihat mata mengintaimu di […]
Kubur Terakhir malam ini kita tertawa mencium harum bunga yang minggat dari tubuhmu. kau beringsut melihat mata mengintaimu di […]
Rumah Mati Dan akupun pulang menujumu Rumah mati Rumah tempat kata-kata menjadi sunyi Dan abadi Jumat Putih […]
Aku Datang aku datang, aku datang… ke dalam dekapanmu ombak mengalun menyerahkan diri pada pantai pulau […]
Bosscha Ribuan tahun setelah kaisar Shen Nung Menemukan teh dan cendekian Lu Yu Menulisnya dalam kitab, di kampung […]
Hujan /1/ Hujan yang singgah ke rekah tanah Barangkali menyimpan petuah pun silsilah /2/ Lewat nyanyi gerimis yang […]
Syair 1 Kawan Kata-kata lama telah mati. Buku-buku lama telah mati. Pembicaraan kita mengenai lubang seperti sepatu usang telah […]
Aku Engkau yang berjalan dalam maut, Tunjukkanlah rohmu Engkau yang berkibar dalam senja, Kumandangkanlah usiamu Engkau yang berjalan dalam […]
MANUSKRIP LAKU PERTAPA Betapa aku gagal jadi laku pertapa layaknya Santo Paulus demi menyepikan cintaku yang ingin suci dari […]